Home » » Wisata Murah Kawah Kamojang Kabupaten Bandung

Wisata Murah Kawah Kamojang Kabupaten Bandung

Written By Anto Tardo on Minggu, 15 September 2019 | 00.07

Hari ini saya dan keluarga jalan-jalan ke Garut dan pulang ke Bandung melewati Kamojang. Saya sudah beberapa kali melewati rute ini pada saat saya mudik lebaran. Jadi jalan ini sebagai jalan alternatif saya dari Banjar menuju Baleendah, Bandung.

Baru kali ini saya menyempatkan untuk mampir ke kawah kamojang ini. Lokasi Kawah Kamojang ini berada di lingkungan pembangkit listrik tenaga uap (geothermal kamojang) milik Pertamina dan PLN.

Untuk datang ke tempat ini bisa melalui 2 jalan yaitu melalui Tarogong, Garut dan melalui Majalaya, Bandung. Jalan melalui Tarogong Garut lebih banyak digunakan dikarenakan jalan melalui Majalaya sangat terjal. Perjalanan dari Tarogong menempuh perjalanan sekitar 45 menit, jalanya kecil jadi lebih pas menggunakan kendaraan kecil. Apabila anda menggunakan bis besar harus sangat hati-hati karena akan repot apabila berpapasan dengan mobil lain

Untuk rute melalui Majalaya disarankan menggunakan sepeda motor saja atau mobil kecil, pastikan mesin kendaraan dalam kondisi prima dan sehat karena rute yang ditempuh sangat terjal,jalan kecil terutama di daerah kecamatan Ibun dan kemiringan jalan hampir 45 derajat.


Untuk tiket masuk ke Kawah Kamojang ini cukup terjangkau menurut saya, sangat cocok sekali untuk anda yang ingin wisata murah. Tike masuk Rp. 7500/orang, asuransi Rp. 2000/orang dan karcis masuk kendaran (mobil) sebesar Rp. 15.000.

Apabila pengen masuk gratis datanglah pada malam minggu diatas jam 18:00 karena menurut penduduk setempat pintu masuk sudah tidak dijaga lagi. Tapi ingat itu khusus malam minggu ya karena kalo hari biasa sepi alias tidak ada yang jualan di malam hari. Jadi para pedagang hanya berjualan di malam minggu saja.
Di wisata Kawah Kamojang ini ada 4 kawah besar antara lain:
  1. Kawah manuk
  2. Kawah berecek
  3. Kawah kereta api
  4. Kawah hujan
Kawah Manuk
Sekitar 200 meter dari pintu tiket kita disambut dengan keindahan kawah pertama yaitu Kawah Manuk. Menurut pengamatan saya kawah ini adalah kawah terbesar di lingkungan kawasan wisata ini. Terlihat ada 2 sumber uap panas yang muncul seperti air mendidih dan mengeluarkan asap tebal dan bau belerang

Silahkan ditonton videonya ya, jangan lupa subscribe



Kawah Berecek
Kawah ini adalah kawah terbesar ke-2 yang jaraknya hanya sekitar 20 meter dari kawah manuk. Jadi kedua kawah ini berdempetan. Jadi yang bawa mobil bisa parkir dulu diantara kedua kawah ini untuk sekedar berfoto.



Setelah itu kita bisa melanjutkan perjalanan sekitar 200 meteran kita langsung masuk ke tempat parkir. Lokasinya cukup luas dan menurut saya lumayan terjaga kebersihanya. Di pinggir tempat parkir banyak kios yang menjual cemilan, mie rebus, kopi dll. Selain itu tersedia musola yang cukup besar.



Kawah Kereta Api
Disebut kawah kereta api sepertinya sih karena uap yang mucul dari bawah tanah ini bisa dibunyikan seperti klakson kereta api yang berbunyi sangat keras. Bunyi yang sangat keras ini berasal dari bambu yang ditempelkan oleh seorang kakek di mulut sumur bor tersebut sehingga mengeluarkan bunyi yang sangat keras.


Gambar seorang kakek yang menempelkan sepotong bambu di atas lubang uap gas. Sesekali bapak ini melempar gulungan kain dan keresek sehingga tertiup ke atas dan membumbung tinggi ke atas langit. Jangan lupa kasih si Bapak ini uang seikhlasnya sebagai imbalan atas pertunjukan beliau.


Kawah kereta api ini nama aslinya adalah Sumur KMJ-3 merupakan sumur panas bumi yang pertama di Bor oleh pemerintah Belanda pada tahun 1926. Kedalaman sumur ini sekitar 60 meter. Sampai saat ini sumur masih mengeluarkan uap panas bumi.


Kawah Hujan
Kawah ini adalah kawah terakhir di wisata Kawah Kamojang ini, disini kita bisa merebus telor diatas air yang mendidih karena memang panasnya hingga 90 derajat celsius. Kepulan asap muncul banyak sekali dari sela-sela batu di daerah ini. Ada beberapa pengunjung yang memanfaatkan uap panas bumi ini untuk pengobatan.

Terlihat sepasang ka.e dan nenek saling pijat diatas kepulan asap uap yang dipercaya bisa dijadikan pengobatan. Entah pengobatan apa saya juga kurang faham.


Selanjutnya di bagian atas muncul semprotan air panas dibarengi uap, air tersebut dimanfaatkan pengunjung untuk pengobatan juga. FYI disini tersedia WC tapi airnya panas banget dan menurut saya sih ga akan bisa di pake cebok. Jadi buat yang kebelet harus lari ke bawah ke parkiran ya...


Sekian dulu laporan perjalanan kami semoga bermanfaat, tunggu ulasan wisata murah kami selanjutnya
Bagikan Artikel Ini :

0 comments:

Posting Komentar

Komentar anda akan di moderasi terlebihdahulu. Silahkan kirim komentar dengan bijak, tidak mengandung unsur SARA dan SPAM

IconIconIconIconFollow Me on Pinterest
 
Support : Dayeuhluhur Page
Copyright © 2013. Dayeuhluhur Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger