Home » » Wisata Bandung : Puncak Bintang Moko

Wisata Bandung : Puncak Bintang Moko

Written By Anto TRD on Senin, 13 Juni 2016 | 19.06

Bagi orang Bandung mungkin Puncak Bintang ini sudah tidak asing lagi, Puncak Bintang merupakan hutan pinus yang dikelola oleh Perhutani, namun karena memiliki potensi wisata maka dikembangkan menjadi wisata terpadu. Dikutip dari wikipedia 
"Wisata Puncak Bintang diresmikan pada tanggal 23 September 2014 oleh kepala Divisi Regional Jabar dan Banten  yaitu Ir. Ellan Barlian MM"
Lokasi Puncak Bintang berada Kampung Buntis Bongkor, Kecamatan Cimenyan, Kabupaten Bandung. Lokasinya kurang lebih 3 km setelah Caringin Tilu (Cartil), meskipun lokasinya agak jauh yaitu sekitar 9 km dari terminal Cicaheum tapi kita tidak akan nyesel karena kita di suguhkan dengan pesona alam dataran tinggi Bandung. Selain hutan pinus, di sana juga ditanami sayuran oleh warga sekitar.
Akses ke lokasi: 
  • Untuk sampai ke sana, kita bisa masuk melalui Jl. Padasuka (saung Angklung Udjo). Jalanan lumayan sempit apabila dilewati dengan mobil, jadi kalo berpapasan mobil dengan mobil lain kita harus memperlambat kecepatan. Untuk pengguna motor ga masalah kita bisa tancep gasss.
  • Sebelum Caringin Tilu (Cartil) kita akan dihadapkan dengan tanjakan yang sangat curam, maka berhati-hatilah. Selepas Caringin Tilu jalanan mulai landai kembali.
  • Dari caringin tilu kita teruskan perjalanan naik lagi ke atas, setelah caringin tilu ini jalanya agak lumayan jelak (tidak rata). 
  • Sebelum puncak bintang jalanya sudah di cor, nanti dari kejauhan agan bisa lihat bangunan berbentuk bintang besar, nah berarti kita sebentar lg sampai.
Video perjalanan menuju Puncak Bintang


Untuk mempermudah berikut saya cantumkan maps rute perjalanan dari Terminal Cicaheum menuju ke Puncak Bintang melalui jalan Padasuka




Untuk tiket masuk kita dikenakan biaya sebesar Rp. 12.000/orang, untuk Camping Rp. 20.000/ malam. Lumayan murah yah, sebagai saran apabila berangkat ke sana mendingan kita sudah bawa makanan buat cemilan karena di sana tidak ada warung yang jual makanan kecuali ada 1 cafe namanya cafe Moko.

Setelah masuk kita langsung disuguhkan pemandangan hutan pinus dengan udara yang seger. Di sana ada 2 tempat yang terdapat bangunan berbentuk bintang yang sangat besar. Yang di sebelah kanan letaknya agak jauh dari pintu masuk. Bangunan bintang ini terbuat dari besi kokoh dengan tinggi sekitar 6 meter. Disana kita bisa melihat pemandangan mengarah ke Kota Bandung, melihat ladang sayuran, melihat ke arah cafe Moko, melihatke arah bangunan Bintang ke 2.

Di Bangunan ini disarankan tidak dinaiki apabila hujan karena untuk menghindari dari sambaran petir, jadi pengelola juga sudah mewanti-wanti dengan memasang papan pengumuman pas kita akan naik ke tangga bangunannya. 

Untuk tower yang kedua berada di sebelah kiri dari pintu masuk, kita harus berjalan menyusuri tangga sekitar 100 meter. Di sana sudah disediakan tempat duduk untuk bersantai-santai melihat pemandangan ke arah Kota Bandung. Ada juga mading yang berisi penjelasan detail mengenai Puncak Bintang.

Perjalanan selanjutnya kita masuk dari pintu gerbang ke dalam hutan pinus. Untuk 2 tower bintang tadi berada di luar hutan pinus jadi kita belum masuk ke bagian dalam hutan pinus. Dari pintu gerbang kita tinggal lurus menyusuri jalanan tanah setapak yang sangat bersih. Kanan kiri kita di kelilingi pohon pinus yang sangat rapih. 

Saya juga mengapresiasi ke pengelola karena di sana dibangun mading yang berisi penjelasan tentang Patahan Lembang dan banyak lg pengetahuan yang bisa kita baca di sana. Lingkungan sekitar puncak bintang masih terjaga kebersihanya

Untuk yang suka camping, puncak bintang juga menyediakan 2 tempat camping. Lokasinya sangat nyaman karena tepat berada di bawah pohon pinus yang rindang dan sangat bersih. Agan bisa datang sama keluarga dan nginep di sana.

Puncak bintang ini buka sampai dengan jam 24:00 tengah malam. Jangan khawatir, lingkungan di puncak bintang ini sudah disediakan penerangan jalan. Di pagar pinggir jalan juga di pasang lampu LED jadi meski malam hari akan tetap terang, Untuk yang mau camping dikenakan biaya tambahan lagi ya, cuma saya lupa nanya biaya camping disana berapa. Tapi jangan khawatir ga mahal kok.

Oh iya sepertinya pas mau masuk kita dikenakan biaya parkir Rp. 5000 oleh penduduk setempat, dan ternyata di atas juga kita dikenakan biaya parkir lagi jadi dikenakan 2 kali biaya. Sepertinya untuk pungutan yang pertama tidak resmi, yang parkir kedua sih saya memaklumi karena memang mereka memiliki lahan parkir.

Berikut beberapa foto narsis












Bagikan Artikel Ini :

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan kirim komentar dengan bijak, tidak mengandung unsur SARA dan SPAM, komen akan di MODERASI terlebih dahulu

IconIconIconIconFollow Me on Pinterest
 
Support : Nomorcantikmu.com | Blog Motekar | Dayeuhluhur Page
Copyright © 2013. Dayeuhluhur Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger