Home » » Apakah Lingkungan Kerja Berpengaruh Terhadap Semangat Kerja?

Apakah Lingkungan Kerja Berpengaruh Terhadap Semangat Kerja?

Written By Anto TRD on Senin, 27 Juli 2009 | 20.28

Hee topiknya kaya judul skripsi aja ya. Kita coba bahas berdasarkan pengalaman yang pernah kita rasakan dengan teori yang dikemukakan oleh para ahli. Apa sich yang dimaksud dengan semangat kerja? Kalau menurut pendapat saya semangat kerja itu adalah suatu kemampuan untuk melakukan pekerjaan secara giat dan antusias yang didasari oleh rasa tanggungjawab. kalau menurut pendapat ahli dikemukakan oleh Ahmad Tohari, semangat kerja adalah:

“Sikap-sikap dari individu-individu maupun kelompok-kelompok terhadap lingkungan kerjanya dan terhadap kesukarelaan untuk bekerjasama agar dapat mencurahkan kemampuannya ecara menyeluruh sesuai dengan kebutuhan utama organisasi” (Tohari, 2002:428).


Kutipanya kaya sripsi nich heee. Suatu perusahaan sangat memerlukan seorang karyawan dengan semangat kerja yang tinggi, kalau semangat kerja karyawan yang tinggi dipastikan perusahaan tidak akan kesulitan untuk mencapai tujuan perusahaan.

Nah sekarang kita bahas tentang lingkungan kerja. Lingkungan kerja menurut saya segala sesuatu yang ada di sekitar kita baik berupa barang berwujud atau tidak berwujud yang berpengaruh terhadap diri seseorang yang ada di lingkungan tersebut. Lingkungan kerja bisa berupa lingkungan kerja fisik dan lingkungan kerja sosial. Kalau menurut pendapat para ahli yang dikutip dari Gauzali Saydam, lingkungan kerja adalah:

“Keseluruhan sarana dan prasarana kerja yang ada disekitar karyawan yang sedang melakukan pekerjaan yang dapat mempengaruhi perkerjaan itu sendiri” (Saydam, 2000:266).

Lingkungan kerja ini bisa berupa lingkungan kerja fisik atau lingkungan kerja sosial. Lingkungan kerja sosial contohnya adalah hubungan antar sesama karyawan dan hubungan antara karyawan dengan atasan.Untuk hubungan antara sesama karyawan sangan perlu sekali diperhatikan karena apabila seorang karyawan sudah merasa tidak nyaman dengan teman kerjanya dipastikan karyawan tersebut akan malas untuk bekerja. Banyak sekali faktor yang yang menjadi penyebab menurunya hubungan antar karyawan antara lain masalah pekerjaan, masalah personal antar karyawan atau perbedaan pendapat dll. Nah disini peran seorang pemimpin/manager sebagai penengah apabila terjadi permasalahan seperti yang diungkapkan di atas. Sekarang kita bahas hubungan antara karyawan dengan atasan.Yang paling sering terjadi adalah adanya ketidak harmonisan antara karyawan dengan atasan karena adanya gap atau perbedaan posisi. Yang harus diperhatikan adalah sikap seorang atasan terhadap bawahan antara lain adalah:
  • Jangan mengganggap adanya perbedaan jabatan/posisi, anggaplah bawahan itu seperti teman, hal ini fungsinya untuk menghilangkan perasaan canggung para bawahan terhadap atasan.
  • Bagi seorang pemimpin, hilangkan perasaan bahwa seorang pemimpin adalah raja yang bisa memerintah seenaknya kepada para bawahan. Kan setiap posisi juga sdh ada job desk nya masing-masing. Jangan segala sesuatunya dilimpahkan pada bawahan.
  • Jadilah seorang pemimpin yang bisa mengayomi dan membimbing bawahanya, karena pemimpin itu cerminan bagi para bawahan. Contohnya: Seorang pemimpin mengharuskan karyawanya memakai dasi, eeeehhh dia sendiri tidak pernah memakai dasi setiap hari. Nah kalo gitu ngapain ada aturan pake dasi kalo yang buat peraturan itu sendiri yang melakukan pelanggaran.
  • Jangan menimpahkan kesalahan terhadap orang lain. Apabila seorang bawahan itu melakukan kesalahan, lihatlah dengan dengan benar dan analisis dengan benar. Jangan jadi seorang pemimpin yang arogan, dimana segala sesuatu diselesaikan dengan kekerasan atau dengan pemecatan. Dan pemimpin harus bisa memposisikan diri, rasakan apabila menjadi bawahan.
Nah pertanyaanya sekarang apakah Lingkungan kerja berpengaruh terhadap semangat kerja karyawan? Kalau menurut pengalaman yang pernah saya rasakan lingkungan kerja sangat berpengaruh terhadap semangat kerja. Contohnya apabila ruangan kerja kita panas, dipastikan kita juga akan terpengaruhi oleh suhu tersebut yang diidikasikan dengan kepala pusing, badan bekeringat dll. Apabila seseorang sudah merasakan kodisi fisik seperti itu dipastikan akan mempengaruhi jiwa seseorang. Kita bayangin aja ruangan panas, badan bekeringat dan kepala pusing, apakah kita akan bisa berfikir secara jernih. Dipastikan kita juga males untuk berfikir. Kalau kondisi itu sudah terjadi pasti performansi seseorang dalam bekerja akan berkurang.

Nah ini harus menjadi perhatian khusus bagi para manager, meskipun ini sering dianggap hal yang sepele tapi efeknya sangat besar.

Udah dulu ah segitu aja bahasanya. Sorry kalo tulisanya agak ngaco, kalo pengen tulisan yang bener mah baca aja buku ya.. atau wawancara dengan pakarnya heee.

Buka juga blog saya yang lain ya, silahkan klik disini
Bagikan Artikel Ini :

0 comments:

Posting Komentar

Silahkan kirim komentar dengan bijak, tidak mengandung unsur SARA dan SPAM, komen akan di MODERASI terlebih dahulu

IconIconIconIconFollow Me on Pinterest
 
Support : Nomorcantikmu.com | Blog Motekar | Dayeuhluhur Page
Copyright © 2013. Dayeuhluhur Blog - All Rights Reserved
Template Created by Creating Website Published by Mas Template
Proudly powered by Blogger